Jumat, 06 Agustus 2010

Bulletin Kewaspadaan Dini dan Respon Edisi 18

Bulletin Mingguan Penyakit Potensial KLB
Edisi 18 Tahun 1
Minggu Epidemiologi ke-30 tahun 2010
(25 Juli - 31 Juli 2010)

Pendahuluan
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya penyusunan Buletin Mingguan ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Kami haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jejaring petugas surveilans di Kabupaten Maros mulai dari tingkat Pustu hingga Puskesmas atas kerjasamanya dalam pengiriman laporan mingguan sehingga bulletin mingguan ini dapat terselesaikan.

Tujuan dari sistem EWARS adalah bahwa setiap penyakit yang mengarah pada timbulnya KLB dapat dideteksi dan direspons secara cepat dan tepat agar tidak terjadi masalah kesehatan masyarakat yang lebih besar. Respons yang diberikan mencakup respons tatalaksana kasus, respons pelaporan dan respons kesehatan masyarakat. Secara komprehensif respons tersebut harus dilakukan agar penanganan secara efektif dan efisien dapat dilakukan.

Adapun hasil analisis data menggunakan software EWARS adalah sebagai berikut :

Ketepatan Dan Kelengkapan Laporan

Tabel 1. Ketepatan dan Kelengkapan
Laporan Minggu ke-30 Puskesmas di Wilayah Kerja
Dinas Kesehatan Kab. Maros


Pada minggu ke-30, terjadi penurunan ketepatan laporan. Ada 7 puskesmas yang terlambat mengirimkan laporan melalui sms yaitu puskesmas Tunikamaseang, Cenrana, Ladange, Mattirotasi, Marusu, Moncongloe, dan Alliritengngae. Namun demikian, terjadi peningkatan kelengkapan laporan. Semua Puskesmas telah mengirimkan laporannya.
Proporsi Morbiditas dan Insidensi Penyakit

Tabel 2. Distribusi Kasus Menurut Jenis Penyakit/Gejala
Dalam SKD Dan Respons Di Kabupaten Maros
Minggu ke-30
Sindrom/gejala ILI masih menempati urutan pertama dari proporsi morbiditas kunjungan sebesar 7,8% dengan angka insidensi sebesar 1,9, disusul dengan diare akut dengan morbiditas sebesar 5,2% dan angka insidens sebesar 1,3. Peningkatan proporsi morbiditas dan angka insidensi ini disebabkan karena laporan dari puskesmas Tunikamaseang telah masuk, dan kelengkapan laporan mencapai 100%. Total Proporsi dari seluruh penyakit sebesar 16,8% dari total kunjungan, meningkat dari minggu lalu sebesar 10,5% dan sisanya adalah penyakit selain ke 22 penyakit/ sindrom diatas.

Peringatan Dini
Peringatan dini (alert) yang muncul di tingkat kabupaten yakni poisson Suspek Demam Tifoid dan kasus Suspek Campak.

Adapun peringatan dini (alert) yang muncul di tingkat puskesmas yakni peningkatan kasus diare akut di puskesmas Hasanuddin, peningkatan kasus ILI di puskesmas Bantimurung, poisson Suspek Demam Tifoid di puskesmas Marusu dan kasus Suspek Campak di puskesmas Alliritengngae. Petugas surveilans kabupaten (DSO) telah mengkonfirmasi alert ini ke puskesmas yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

Tabel 3. Sinyal Kewaspadaan Dini
Minggu ke-30 Dinas Kesehatan Kab. Maros

Tren Penyakit/Sindrom
Proporsi Morbiditas Diare akut cenderung naik-turun tiap minggunya. Hal ini dapat disebabkan karena cuaca yang masih tidak menentu dan hygiene perorangan masih belum baik.

Poporsi morbiditas ILI sedikit mengalami peningkatan namun kasusnya menurun dari minggu sebelumnya.

Kasus suspek demam tifoid dan suspek DBD cenderung naik turun dan berfluktuasi dengan pola yang tidak tetap tiap minggunya. Cuaca yang tidak menentu (hingga Juli, masih sering turun hujan setiap hari) disertai hygiene perorangan yang kurang baik bisa menjadi faktor penyebab peningkatan kasus Suspek Demam tifoid dan DBD pada minggu ke-30 ini.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut
  1. Diagnosa Penyakit/sindrom, khususnya ILI dan Demam yang tidak diketahui asalnya agar ditegakkan dengan baik oleh pustu dan puskesmas.
  2. Agar puskesmas segera berkoordinasi dengan kabupaten apabila ada indikasi Wabah (W1), tanpa menunggu hasil laporan mingguan.
  3. Masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan hygiene perorangan.

[Muhammad Yasir]

2 komentar:

  1. laporan2nya ga mudeng saya gan... :D
    semoga masyarakat makin sehat aj dh.. hhe

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas masukannya, untuk edisi selanjutnya diusahakan untuk dipermudeng, mungkin dengan menambahkan beberapa penjelasan.

    BalasHapus