Laporan Program P2 DBD Tahun 2017 Kabupaten Maros
PDF
DOWNLOAD DISINI
Senin, 29 Januari 2018
Rabu, 02 Mei 2012
Laporan Surveilans Terpadu Penyakit (STP) Kabupaten Maros Tahun 2011
Surveilans Terpadu Penyakit (STP) adalah suatu bentuk laporan surveilans pengamatan kasus baru penyakit menular dalam satuan waktu bulanan.
Unit pelayanan kesehatan yang melaporkan STP antara lain adalah :
- Puskesmas
- Rumah Sakit
- Laboratorium
Tujuan Umum STP adalah diperolehnya informasi epidemiologi penyakit tertentu dan terdistribusinya informasi tersebut kepada program terkait, pusat-pusat kajian dan pusat penelitian serta unit surveilans lain.
Tujuan khusus STP adalah
- Terkumpulnya data kesakitan, data laboratorium dan data KLB penyakit dan keracunan di Puskesmas, Rumah Sakit dan Laboratorium sebagai sumber data Surveilans Terpadu Penyakit.
- Terdistribusikannya data kesakitan, data laboratorium serta data KLB penyakit dan keracunan tersebut kepada unit surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, unit surveilans Dinkes Propinsi, Direktorat Jenderal Pemberantasan penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan.
Adapun agregat laporan STP Puskesmas se-Kabupaten Maros Tahun 2011 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
5 Besar penyakit menular di Kabupaten Maros tahun 2011 menurut STP Puskesmas :
- Penyakit Serupa Influenza (ILI)
- Diare
- Diare Berdarah
- Tifus Perut Klinis
- Tersangka TBC Paru.
Minggu, 29 Januari 2012
Laporan Difteri Maros (Hingga 25 Januari 2012)
Laporan
Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan
Kasus Difteri
di Desa Pucak, Kec. Tompobulu, Kab. Maros
11-25 Januari 2012
a. Latar Belakang
Difteri adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Defenisi kasus suspek Difteri adalah demam di atas 38°C, sakit menelan, sesak napas disertai bunyi (stridor) dan ada tanda selaput putih keabu-abuan (pseudomembran) di tenggorokan dan pembesaran kelenjar leher. Difteri biasanya menyerang kelompok umur anak-anak (balita dan anak usia sekolah) karena kondisi tubuhnya yang labil sehingga rentan akan suatu penyakit.
Faktor risiko Difteri antara lain kurangnya cakupan imunisasi (DPT), lingkungan yang penuh sesak, kebersihan yang buruk, kontak dengan penderita dan pembawa (carrier). Difteri adalah penyakit langka dengan angka kematian diperkirakan 10 persen.
Kasus Difteri (suspek maupun positif) tidak pernah ditemukan di Kabupaten Maros beberapa tahun terakhir ini. Kasus Difteri di Provinsi Sulawesi Selatan juga sangat jarang terjadi, walaupun ada beberapa Kabupaten yang pernah terjangkit (Kota Makassar, Kab. Gowa, Kab. Pangkep, Kab. Takalar)
Pada tanggal 11 Januari 2012, diterima laporan dari petugas surveilans RSUD Salewangang Maros, bahwa ada kasus suspek Difteri di RS. Dari informasi yang diperoleh tersebut, maka diadakan Penyelidikan Epidemiologi dan penanggulangan pada kasus yang dimaksud.
Senin, 09 Januari 2012
Antisipasi Masalah Kesehatan Menghadapi Penyakit yang Bisa Muncul Pada Musim Hujan
Saat ini Indonesia sudah memasuki musim penghujan, dengan curah hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada bulan Januari sampai awal Pebruari 2012. Datangnya musim hujan merupakan faktor risiko untuk terjadinya beberapa penyakit. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim penghujan adalah :
- Penyakit akibat virus: influenza, diare
- Penyakit akibat bakteri dan parasit (terutama pada daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari septic tank dan kotoran hewan terangkat dan hanyut kemudian mengkontaminasi air, bahan pangan, atau menginfeksi langsung manusia) : diare, disentri, kecacingan, leptospirosis
- Penyakit akibat jamur (terutama akibat kelembaban pada pakaian)
- Penyakit tidak menular : asma, rhinitis, perburukan penyakit kronik
- Penyakit demam berdarah, karena meningkatnya tempat perindukan nyamuk.
Juknis BOK 2012
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan. BOK merupakan upaya pemerintah
untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah. Tidak semua kabupaten/kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di Puskesmas. Padahal peran Puskesmas sangat penting, karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif.
Terdapat empat fungsi Puskesmas yang perlu terus ditingkatkan, yaitu sebagai :
- Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan;
- Pusat pemberdayaan masyarakat;
- Pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer; dan
- Pusat pelayanan kesehatan perorangan primer.
Saat ini terjadi kecenderungan Puskesmas kurang melakukan upaya promotif-preventif secara aktif ke masyarakat. Padahal banyak masalah kesehatan yang dapat dicegah bila fungsi Puskesmas berjalan sebagaimana yang diharapkan.
BOK secara khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja Puskesmas dan jejaringnya, serta Poskesdes dan Posyandu. BOK mendorong agar Puskesmas mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan di wilayah kerjanya melalui lokakarya mini, selanjutnya disusun rencana kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut. Peningkatan kinerja Puskesmas, Poskesdes dan Posyandu tentu akan berdampak positif bagi masyarakat yang dilayani.
Komitmen pemerintah untuk membantu daerah terus meningkat. Pada tahun 2010 dana BOK dialokasikan sebesar Rp. 216 Miliar. Tahun 2011 ditingkatkan menjadi Rp. 932 Miliar, dan tahun 2012 menjadi sebesar Rp. 1,065 Triliun. Namun demikian, BOK tetap bersifat suplemen, sehingga komitmen pemerintah daerah sangat diharapkan untuk mengalokasikan anggaran kesehatan secara memadai, terutama untuk upaya promotif dan preventif.
Selasa, 20 Desember 2011
Peta Kesehatan Kabupaten Maros 2011
Berikut ini kami tampilkan Peta Kesehatan Kabupaten Maros 2011, berupa :
- Peta Wilayah
- Peta Puskesmas, Pustu, Poskesdes, dan Polindes
- Gambaran Tenaga Kesehatan
- Cakupan PWS KIA
- Peta Wilayah
- Peta Puskesmas, Pustu, Poskesdes, dan Polindes
- Gambaran Tenaga Kesehatan
- Cakupan PWS KIA
Selasa, 18 Oktober 2011
Bulan Imunisasi Campak dan Polio Nasional
Imunisasi datang lagi! penyakit campak dan polio berbahaya! Jangan sampai anak kita tidak di imunisasi!
Lindungi anak dari bahaya campak! Segera bawa anak ke pos imunisasi terdekat untuk mengikuti imunisasi gratis.
Kamis, 11 Agustus 2011
Mengenal Apa dan Bagaimana Guillain Barre Sindrom (GBS)

Suatu ketika di Puskesmas (terjadi 30 tahun yang lalu), datang seorang laki-laki usia 37 tahun dengan keluhan kedua tungkai lemah dan semakin susah dibawa berjalan, tidak ada kesemutan. Makin lama semakin memberat dan setelah itu mengenai kedua lengan atas. Penderita lumpuh seluruh anggota gerak. Sebelumnya mendapat influenza kira-kira 2 minggu dengan keluhan waktu itu demam disertai nyeri seluruh sendi. Akhirnya penderita dirujuk ke RS kabupaten untuk dirawat.
Kasus lain, seorang wanita usia dewasa muda telah dirawat di RS sehari yang lalu dengan kelumpuhan seluruh anggota gerak, selang beberapa lama sesudahnya mengalami sesak nafas. Sebelum itu penderita mendapat diare yang tak kunjung baik, selanjutnya dirawat di perawatan intensif untuk dilakukan bantuan nafas. Saat itu RS belum punya alat bantu nafas (respirator) untuk memperbaiki pernafasan penderita. Untungnya dua hari kemudian penderita merasa lebih baik, pernafasan mulai teratur dan akhirnya dapat pulang ke rumah setelah nafas membaik. Penderita mulai dapat berjalan, walaupun masih tertatih-tatih. Penderita tertolong.
Rabu, 10 Agustus 2011
Sekilas Tentang Kegiatan P2 Kusta Kabupaten Maros
Sekilas Tentang Kegiatan P2 Kusta Kabupaten Maros--
Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan
Visi
“Maros Butta Salewangang, Sehat 2011 Menuju Daerah Yang Berkesan Mapan dan Mandiri”
Misi
- Menggerakkan pembangunan Kabupaten yang berwawasan kesehatan.
- Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan bermutu, merata, dan terjangkau.
- Memelihara dan meningkatkan kesehatan individi, keluarga dan masyarakat serta lingkungan.
- Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
Visi dan Misi Program Kusta
Visi
Membebaskan masyarakat maros dari masalah sosial ekonomi akibat penyakit kusta
Misi
- Menumbuhkan dan meningkatkan kualitas hidup penderita kusta dengan memberikan pengobatan yang akurat dan rehabiltasi sosial ekonomi
- Mengintegrasikan pelayanan penderita kusta dengan pelayanan kesehatan dasar
- Menghilangkan stigma sosial dalam masyarakat dengan mengubah paham masyarakat terhadap penyakit kusta melalui penyuluhan secara intensif
Monev P2TB Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kabupaten Maros
Monev P2TB Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kabupaten Maros---
Latar Belakang
Monitoring dan evaluasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program. Kegiatan monitoring dilaksanakan secara berkala dan terus menerus, untuk dapat segera mendeteksi bila ada masalah dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, supaya dapat dilakukan tindakan perbaikan segera.
Evaluasi dilakukan setelah suatu jarak-waktu tertentu, biasanya 6 bulan sampai 1 tahun untuk menilai sejauh mana target dapat tercapai dari yang telah ditetapkan.
Indikator Nasional
- Angka penemuan penderita ( Case Detection Rate ) Target 75 %
- Angka Kesembuhan ( Cure Rate ) Minimal 85%
- Angka Konversi ( Conversion Rate ) Minimal 80 %
- Angka kesalahan laboratorium ( Eror Rate ) Maksimal 5 %
Bulletin EWARS Maros Juni - 2011
Bulletin Penyakit Potensial KLB
Bulan Juni Tahun 2011
(Minggu 22 sampai Minggu 26 Tahun 2011)
Dibuat : 20 Juli 2011Selasa, 09 Agustus 2011
Laporan Penyelidikan Epidemiologi Suspek Campak
Laporan Penyelidikan Epidemiologi Kasus Suspek Campak
di Desa Mangeloreng, Kec. Bantimurung, Kab. Maros
21 Juli 2011
1. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan masih sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Khusus kasus campak biasanya banyak menyerang kelompok umur anak-anak (balita dan anak usia sekolah) karena kondisi tubuhnya yang labil sehingga rentan akan suatu penyakit. Selain itu cakupan imunisasi campak yang rendah menjadi salah satu faktor terjadinya KLB campak.
Berdasarkan laporan Case Base Measles Survey (CBMS) campak yang diterima dari Puskesmas Bantimurung pada tanggal 19 Juli 2011 diperoleh informasi bahwa sepanjang bulan Juli terjadi kasus campak sebanyak 3 kasus yang berobat ke Puskesmas. Dari laporan warga yang berobat diperoleh informasi bahwa masih ada beberapa tetangga yang bersangkutan mengalami penyakit dengan gejala yang serupa.
Dari informasi yang diperoleh tersebut, maka diadakan Penyelidikan Epidemiologi pada wilayah yang dimaksud.
Senin, 01 Agustus 2011
Program Kesehatan Haji Kabupaten Maros
Laporan Pelaksanaan
Penyelenggaraan Program Kesehatan Haji
Kabupaten Maros
Tahun 2007 s/d 2010 M
Pendahuluan
- Salah satu bentuk kemampuan dalam melakukan ibadah haji adalah kemampuan dalam bidang kesehatan.
- Maksud dari kemampuan ibadah haji dalam bidang kesehatan adalah bahwa jamaah haji mampu melakukan ritual haji secara aman dan mandiri.
- Dimana diketahui bahwa ibadah haji bukan hanya mengandalkan kemampuan biaya akan tetapi juga mengandalkan kekuatan fisik yang diperoleh dari jasmani dan rohani yang sehat.
- Untuk mengetahui kondisi kesehatannya, calon jamaah haji wajib melakukan pemeriksaan kesehatan baik di tingkat Puskesmas maupun ditingkat Kab / kota yang nantinya berguna dalam pembinaan kesehatan bagi calon jamaah haji apabila nantinya diketahui mengalami gangguan kesehatan
- Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional kerena disamping menyangkut kesejahteraan lahir batin jemaah haji ,juga menyangkut nama baik dan martabat bangsa Indonesia di luar negeri khususnya di Arab Saudi
- Mengingat pelaksanaannya bersifat massal dan berlangsung dalam jangka waktu yang terbatas, penyelenggaraan ibadah haji memerlukan manejemen yang baik, agar tertib, aman dan lancar
Untuk mewujudkan status kesehatan CJH yang optimal dan mandiri sehingga dapat menunjang perjalanan ibadah haji dengan lancar dan tanpa kendala sehingga memperoleh haji yang mabrur.
Selasa, 12 Juli 2011
Waspada Menghadapi Peningkatan Kasus Flu Burung
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menyampaikan bahwa suatu virus flu burung yang baru dan sangat ganas, subtipe H5N1 (HPAI –HIGHLY PATHOGENIC AVIAN INFLUENZA-H5N1), yang sejak pertengahan tahun 2003 telah menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) yang sangat luas dan paling ganas pada ternak unggas yang pernah tercatat.
Menurut WHO virus flu burung itu mungkin akan menimbulkan pandemi influenza bila virus itu kemudian berubah menjadi virus manusia yang menular antar manusia. Pandemi itu akan meliputi semua negara di dunia termasuk Indonesia. Selama pandemi, penyakit menyebar luas dan sejumlah besar kematian akan terjadi. Pasokan medis tidak akan mencukupi dan kekacauan sosial dan ekonomi akan besar.
Menurut WHO virus flu burung itu mungkin akan menimbulkan pandemi influenza bila virus itu kemudian berubah menjadi virus manusia yang menular antar manusia. Pandemi itu akan meliputi semua negara di dunia termasuk Indonesia. Selama pandemi, penyakit menyebar luas dan sejumlah besar kematian akan terjadi. Pasokan medis tidak akan mencukupi dan kekacauan sosial dan ekonomi akan besar.
Senin, 11 Juli 2011
Download Permenkes 1501 Tahun 2010
Download Permenkes 1501 Tahun 2010---
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010
Tentang
Jenis Penyakit Menular Tertentu yang dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan
DOWNLOAD DISINI
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010
Tentang
Jenis Penyakit Menular Tertentu yang dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan
DOWNLOAD DISINI
Senin, 13 Juni 2011
SKD KLB Suspek Campak
Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kisaran 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: - bayi berumur lebih dari 1 tahun - bayi yang tidak mendapatkan imunisasi - remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
Kamis, 09 Juni 2011
Bulletin EWARS Minggu 22-2011
Bulletin Mingguan Penyakit Potensial KLB
Minggu 22 tahun 2011
(29 Mei – 7 Juni 2011)
Dibuat : 9 Juni 2011Senin, 06 Juni 2011
Bulletin EWARS Bulan Mei - 2011
Bulletin Penyakit Potensial KLB
Bulan Mei Tahun 2011
(Minggu 18 sampai Minggu 21 Tahun 2011)
Dibuat : 06 Juni 2011Bulletin EWARS Minggu 21-2011
Bulletin Mingguan Penyakit Potensial KLB
Minggu 21 tahun 2011
(22 Mei – 28 Mei 2011)
Dibuat : 1 Juni 2011Bulletin EWARS Minggu 20-2011
Bulletin Mingguan Penyakit Potensial KLB
Minggu 20 tahun 2011
(15 Mei – 21 Mei 2011)
Dibuat : 27 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)





