Tampilkan postingan dengan label Penyelidikan Epidemiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyelidikan Epidemiologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Laporan Difteri Maros (Hingga 25 Januari 2012)

Laporan Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan 
Kasus Difteri di Desa Pucak, Kec. Tompobulu, Kab. Maros 
11-25 Januari 2012

 





1. Pendahuluan 

a. Latar Belakang 
Difteri adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae. Defenisi kasus suspek Difteri adalah demam di atas 38°C, sakit menelan, sesak napas disertai bunyi (stridor) dan ada tanda selaput putih keabu-abuan (pseudomembran) di tenggorokan dan pembesaran kelenjar leher. Difteri biasanya menyerang kelompok umur anak-anak (balita dan anak usia sekolah) karena kondisi tubuhnya yang labil sehingga rentan akan suatu penyakit. 

Faktor risiko Difteri antara lain kurangnya cakupan imunisasi (DPT), lingkungan yang penuh sesak, kebersihan yang buruk, kontak dengan penderita dan pembawa (carrier). Difteri adalah penyakit langka dengan angka kematian diperkirakan 10 persen. Kasus Difteri (suspek maupun positif) tidak pernah ditemukan di Kabupaten Maros beberapa tahun terakhir ini. Kasus Difteri di Provinsi Sulawesi Selatan juga sangat jarang terjadi, walaupun ada beberapa Kabupaten yang pernah terjangkit (Kota Makassar, Kab. Gowa, Kab. Pangkep, Kab. Takalar) 

Pada tanggal 11 Januari 2012, diterima laporan dari petugas surveilans RSUD Salewangang Maros, bahwa ada kasus suspek Difteri di RS. Dari informasi yang diperoleh tersebut, maka diadakan Penyelidikan Epidemiologi dan penanggulangan pada kasus yang dimaksud. 

Selasa, 09 Agustus 2011

Laporan Penyelidikan Epidemiologi Suspek Campak

Laporan Penyelidikan Epidemiologi Kasus Suspek Campak
di Desa Mangeloreng, Kec. Bantimurung, Kab. Maros
21 Juli 2011

1. Pendahuluan

a. Latar Belakang

Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan masih sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Khusus kasus campak biasanya banyak menyerang kelompok umur anak-anak (balita dan anak usia sekolah) karena kondisi tubuhnya yang labil sehingga rentan akan suatu penyakit. Selain itu cakupan imunisasi campak yang rendah menjadi salah satu faktor terjadinya KLB campak.

Berdasarkan laporan Case Base Measles Survey (CBMS) campak yang diterima dari Puskesmas Bantimurung pada tanggal 19 Juli 2011 diperoleh informasi bahwa sepanjang bulan Juli terjadi kasus campak sebanyak 3 kasus yang berobat ke Puskesmas. Dari laporan warga yang berobat diperoleh informasi bahwa masih ada beberapa tetangga yang bersangkutan mengalami penyakit dengan gejala yang serupa.
Dari informasi yang diperoleh tersebut, maka diadakan Penyelidikan Epidemiologi pada wilayah yang dimaksud.

Selasa, 08 Maret 2011

Format Penyelidikan Epidemiologi Umum

Format Penyelidikan Epidemiologi Umum

Kabupaten/Kota:……………………………………………… Kecamatan:……………………………….
Desa:………………………………………...

Nama Puskesmas/ RS/ Unit Pelayanan Kesehatan :……………
Tanggal:…../……/…….
Nama Petugas : …………………………………………………….

Suspek Penyakit / Syndrom :

Berikan tanda (v) pada kotak dibawah ini :

[ ] Diare Cair Akut ( suspek Kolera)
[ ] Diare Akut
[ ] Diare Akut Berdarah
[ ] Sindrom Akut Joundis
[ ] Suspek Meningitis / Encephalitis
[ ] Infeksi Akut Saluran Pernafasan Bawah
[ ] Suspek Campak
[ ] Demam yang tidak diketahui sebabnya
[ ] Suspek Malaria
[ ] Suspek Demam Dengue
[ ] Demam Berdarah Akut
[ ] Kluster Kasus Kematian Penyakit yang tidak diketahui sebabnya
[ ] Lumpuh Layuh Mendadak (AFP)
[ ] Suspek Tetanus
[ ] Tetanus Neonatorum (TN)
[ ] Suspek Avian Influenza
[ ] Gigitan Hewan Penular Rabies
[ ] Lainnya ( sebutkan ) :


Gejala dan Tanda yang timbul :

Berikan tanda (v) pada kotak dibawah ini:

[ ] BAB lembek
[ ] BAB cair seperti cucian beras
[ ] BAB Berdarah/ lendir
[ ] Demam
[ ] Hipothermia
[ ] Kemerahan (rash)
[ ] Lesi Kulit Lainnya
[ ] Batuk
[ ] Napas berbunyi (stridor)
[ ] Dispnoe (sulit bernapas)
[ ] Muntah
[ ] Jaundis (mata kuning, kulit kuning)
[ ] Kaku kuduk
[ ] Kejang
[ ] Koma
[ ] Kelemahan Otot/ lumpuh anggota gerak
[ ] Peningkatan Sekresi cairan (contoh : berkeringat )
[ ] Perdarahan Gusi
[ ] Ptekhie
[ ] Mimisan
[ ] Konjungtivitis
[ ] Sakit kepala
[ ] Lain-Lain (sebutkan):

TOTAL JUMLAH KASUS YANG DILAPORKAN : ...............

Senin, 10 Januari 2011

Catatan Surveilans Penyakit Difteri


Difteri merupakan penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum berkembang. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat peka terhadap penyakit ini.

Selasa, 06 Juli 2010

LAPORAN HASIL PENYELIDIKAN KLB ANTRAKS

LAPORAN HASIL PENYELIDIKAN KLB ANTRAKS

DI DESA TENRIGANGKAE KECAMATAN MANDAI

KABUPATEN MAROS, 29-31 MARET 2010

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Penyakit Antraks sangat ditakuti, karena penyebabnya dapat mematikan, mudah menyebar, sulit dimusnahkan dan bersifat zoonotik (dapat menular pada manusia). Hal inilah yang terjadi di Kabupaten Maros, walau hingga kini masih belum menelan korban jiwa namun ketakutan masyarakat sudah semakin membesar. Pasalnya sapi-sapi penduduk di Desa Tenrigangkae Kec. Mandai mulai mati satu persatu.