Edisi 25 Minggu Epidemiologi ke-39 sampai 43 tahun 2010
(26 September – 30 Oktober 2010)
Pendahuluan
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya penyusunan Buletin ini dapat terselesaikan. Kami haturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jejaring petugas surveilans di Kabupaten Maros mulai dari tingkat Pustu hingga Puskesmas atas kerjasamanya dalam pengiriman laporan mingguan.
Kami mohon maaf karena setelah sebulan, bulletin ini baru dapat diterbitkan karena beberapa masalah teknis. Untuk itu, seperti edisi sebelumnya, bulletin edisi 25 ini dirangkum untuk minggu ke-39, 40, 41, 42 dan 43.
Tujuan dari sistem EWARS adalah bahwa setiap penyakit yang mengarah pada timbulnya KLB dapat dideteksi dan direspons secara cepat dan tepat agar tidak terjadi masalah kesehatan masyarakat yang lebih besar. Respons yang diberikan mencakup respons tatalaksana kasus, respons pelaporan dan respons kesehatan masyarakat. Secara komprehensif respons tersebut harus dilakukan agar penanganan secara efektif dan efisien dapat dilakukan.
Adapun hasil analisis data menggunakan software EWARS adalah sebagai berikut :
Ketepatan Dan Kelengkapan Laporan
Tabel 1. Ketepatan dan Kelengkapan Laporan
Minggu ke-38 s.d. ke-43 Puskesmas di Wilayah Kerja
Dinas Kesehatan Kab. Maros
Minggu ke-38 s.d. ke-43 Puskesmas di Wilayah Kerja
Dinas Kesehatan Kab. Maros
Pada minggu ke-43, seluruh puskesmas melapor dengan tepat waktu kecuali puskesmas Tunikamaseang. Kelengkapan laporan hingga minggu ke-41 sudah mencapai 100% seperti minggu-minggu sebelumnya.
Proporsi Morbiditas dan Insidensi Penyakit
Tabel 2. Perkembangan Kasus Menurut Jenis Penyakit/Gejala
Dalam SKD Dan Respons Minggu ke-38 sampai 43
Di Kabupaten Maros
Dalam SKD Dan Respons Minggu ke-38 sampai 43
Di Kabupaten Maros
Untuk minggu ke-43, seperti pada minggu sebelumnya, Kasus ILI menempati urutan pertama dari jumlah kunjungan, disusul diare akut dan demam yang tidak diketahui sebabnya.
Peringatan Dini
Tabel 3. Peringatan dini (alert) penyakit/sindrom
Di Kabupaten Maros Minggu ke-39 sampai 43
Di Kabupaten Maros Minggu ke-39 sampai 43
Tabel 4. Peringatan dini (alert) penyakit/sindrom
Di Puskesmas se-Kabupaten Maros Minggu ke-39 sampai 43
Di Puskesmas se-Kabupaten Maros Minggu ke-39 sampai 43
Respons
Seluruh Alert telah disampaikan DSO Kab. Maros kepada puskesmas yang bersangkutan untuk dilaksanakan respon tatalaksana kasus, respon pelaporan, dan respon kesehatan masyarakat dengan cepat dan tepat.
Untuk kasus suspek campak di puskesmas Marusu pada minggu ke-39, sampel serum darah tidak dikirim ke Dinkes Propinsi Sulsel karena orang tua penderita tidak bersedia diambil sampel serum darahnya. Untuk kasus suspek campak di puskesmas Hasanuddin dan Moncongloe pada minggu ke-40, sampel serum darah telah dikirim ke Dinkes Propinsi Sulsel dan menunggu konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium. Untuk kasus suspek campak di puskesmas Hasanuddin dan Moncongloe pada minggu ke-42, sampel serum darah telah dikirim ke Dinkes Propinsi Sulsel dan menunggu konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium.
Laporan KLB/ Wabah (W1)
Muncul kasus keracunan makanan di SMU Negeri 2 Maros (Lingkungan Bontocabu, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kab. Maros) pada tanggal 2 November 2010 (minggu ke-44). Enam orang siswa menderita keracunan makanan dan seluruhnya dirawat di puskesmas Barandasi. Sampel makanan telah diambil dan menunggu konfirmasi hasil pemeriksaan dari BBLK Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga hari ini, tidak ada lagi kasus keracunan makanan dan lokasi tetap dalam pemantauan oleh surveilans puskesmas Barandasi. Untuk kasus ini telah dikirimkan format W1 ke Dinkes Provinsi Sulsel pada tanggal 3 November 2010.
Tren Penyakit/Sindrom




Rekomendasi dan Tindak Lanjut
- Agar puskesmas tetap meningkatkan ketepatan dan kelengkapan laporannya.
- Diagnosa Penyakit/sindrom, khususnya ILI dan Demam yang tidak diketahui asalnya agar ditegakkan dengan baik oleh pustu dan puskesmas.
- Agar puskesmas segera berkoordinasi dengan kabupaten apabila ada indikasi Wabah (W1), tanpa menunggu hasil laporan mingguan.
- Puskesmas Hasanuddin agar tetap memantau pasien korban gigitan hewan penular rabies dan mewaspadai peningkatan kasus rabies.
- Masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan hygiene perorangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar